Home

Thank you

Terima Kasih telah mengunjungi Blog sederhana ini, Semoga bisa memberi manfaat.

Jumat, 26 November 2010

KEPENDUDUKAN DAN KEBUDAYAAN


Penduduk

Definisi  Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000.

Pengendalian jumlah penduduk

Dari Piramida penduduk yang menunjukkan tingkat mortalitas stabil dalam setiap kelompok usia. Pengendalian penduduk adalah kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala. Salah satu contoh pengendalian penduduk yang dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Cina yang terkenal dengan kebijakannya 'satu anak cukup'; kebijakan ini diduga banyak menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi wajib.

Indonesia juga menerapkan pengendalian penduduk, yang dikenal dengan program Keluarga Berencana (KB), meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan. Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.

Penurunan jumlah penduduk

Berkurangnya jumlah penduduk menyebabkan turunnya jumlah populasi pada sebuah daerah. Hal ini disebabkan oleh perpindahan daerah kesuburan atau oleh emigrasi besar-besaran. Juga oleh penyakit, kelaparan maupun perang. Namun seringkali oleh gabungan faktor-faktor tersebut. Di masa lampau penurunan jumlah penduduk disebabkan terutama sekali oleh penyakit. Pada tahun-tahun belakangan ini populasi penduduk Rusia dan tujuh belas bekas negara komunis lainnya mulai menurun (1995-2005). Kasus Black Death di Eropa atau datangnya penyakit-penyakit dari dunia lama ke Amerika merupakan faktor penyebab turunnya jumlah penduduk.

Transfer penduduk

Transfer penduduk adalah istilah untuk kebijakan negara yang mewajibkan perpindahan sekelompok penduduk pindah dari kawasan tertentu, terutama dengan alasan etnisitas atau agama. Hal ini terjadi di India dan Pakistan, antara Turki dan Yunani, dan di Eropa Timur selamaPerang Dunia Kedua. Kebijakan transmigrasi oleh pemerintah Indonesia selama orde baru bisa dikategorikan transfer penduduk. Perpindahan penduduk lainnya dapat pula karena imigrasi, seperti imigrasi dari Eropa ke koloni-koloni Eropa di Amerika, Afrika, Australia, dan tempat-tempat lainnya.

Ledakan penduduk

Peta kepadatan penduduk dunia per 1994. Buku berjudul The Population Bomb (Ledakan Penduduk) pada tahun 1968 oleh Paul R. Ehrlichmeramalkan adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu banyaknya penduduk dan ledakan penduduk. Karya tersebut menggunakan argumen yang sama seperti yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan.

      a.      Pertumbuhan Penduduk Dunia
                 

        Dari tahun pertama setelah masehi, sampai kepada masa permulaan revolusi industri di sekitar tahun 1750, populasi dunia telah meningkat dua kali lipat menjadi 728 juta jiwa. Selama 200 tahun berikutnya (1750 – 1950) tambahan penduduk sebanyak 1,7 milyar jiwa. Tetapi dalam 25 tahun berikutnya (1950 – 1975), ditambah lagi dengan 1,5 milyar jiwa, yang jika dijumlahkan seluruhnya pada akhir tahun 1975 telah mencapai hampir 4 milyar jiwa.
                Pada tahun 1986, populasi dunia sudah mendekati angka 5 milyar, yang diperingati secara simbolis dengan kelahiran salah satu bayi di negara Yugoslavia tepat pada tanggal 11 Juli 1987. Pada tahun 2005 jumlah penduduk dunia sudah mencapai angka 6,45 milyar.
                 
           Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 milyar penduduk dunia, 4 milyar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di Eropa).

Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima dari seluruh manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup pada saat ini.

Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 milyar jiwa. Badan Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 milyar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 milyar jiwa.

Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):
1.     Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa)
2.     India (1.103.600.000 jiwa)
3.     Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
4.     Indonesia (241.973.879 jiwa)
5.     Brasil (186.112.794 jiwa)
6.     Pakistan (162.419.946 jiwa)
7.     Bangladesh (144.319.628 jiwa)
8.     Rusia (143.420.309 jiwa)
9.     Nigeria (128.771.988 jiwa)
10.  Jepang (127.417.244 jiwa)
            
                Sumber : Duran (1967), Todaro (1983), UN (2001), UN(2005) Dari pertambahan absolut populasi dunia ini, dapat dikemukakan bahwa sejak tahun 1650 Masehi sampai tahun 2005 Masehi, pertambahan penduduk dunia persatuan waktu adalah sebanyak 16,63 juta orang pertahun atau 1,39 juta orang perbulan atau 45,6 ribu orang perhari atau 1899 orang perjam atau 32 orang permenit.
                
                 Bagaimana dengan pertumbuhan penduduk Indonesia ? Sebelum abad 19, data statistik penduduk di Indonesia relatif belum lengkap. Catatan yang relatif lebih cermat mengenai jumlah penduduk di Indonesia baru dapat diperoleh pada tahun 1930, melalui pelaksanaan Sensus Penduduk (SP). Dari SP 1930 tersebut, jumlah penduduk di Indonesia diperkirakan sebanyak 60,7 juta jiwa.
                 
                Periode berikutnya, sensus baru dilaksanakan pada tahun 1961. Berdasarkan sensus ini, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 97 juta. Setelah tahun 1961 ini, pencacahan penduduk telah dilaksanakan secara lebih teratur dengan cakupan wilayah yang sudah relatif lengkap, baik melalui Sensus Penduduk maupun melalui SUPAS (Survai Penduduk Antar Sensus). Berdasarkan pencacahan tersebut, pada tahun 1971 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 119 juta jiwa, kemudian bertambah menjadi 147 juta pada tahun 1980, menjadi 179 juta pada tahun 1990, bertambah lagi menjadi dan 206 juta pada tahun 2000 dan 213 juta pada tahun 2005.
     
      b. Pertumbuhan Penduduk Indonesia.


Dari pertambahan absolut penduduk Indonesia ini selama tahun 1930 sampai tahun 2005, dapat diringkaskan pertambahan penduduk Indonesia persatuan waktu adalah sebesar setiap tahun bertambah 2,04 juta orang pertahun atau, 170 ribu orang perbulan atau 5.577 orang perhari atau 232 orang perjam atau 4 orang permenit

 artikel penduduk
Sumber :


Kebudayaan Lokal

Kebudayaan Khas Sunda

Kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumberkekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan.

Suku Sunda adalah suku etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakupwilayah administrasi propinsi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta, dan sebagian JawaTengah. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.Kerana letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negara maka hampir seluruh suku bangsayang ada di Indonesia terdapat di provinsi ini. 65% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sundayang merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku lainnya adalah Suku Jawa yang banyakdijumpai di daerah bagian utara Jawa Barat, Suku Betawi banyak mendiami daerah bagianbarat yang bersempadan dengan Jakarta. Suku Minang dan Suku Batak banyak mendiamiKota-kota besar di Jawa Barat, seperti Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, dan Depok.Sementara itu Orang Tionghoa banyak dijumpai hampir di seluruh daerah Jawa Barat.

Karakter Budaya Sunda
Dari pengertian menurut tata bahasa Sunda berasal dari kata Su = Bagus/ Baik, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah dijalankan sejak jaman Salaka Nagara sampai ke Pakuan Pajajaran, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun.
Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa namun dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradabandi Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara. Sejak dari awal hingga kini, budaya Sunda terbentuk sebagai satu budaya luhur di Indonesia. Namun, modernisasi dan masuknya budaya barat lambat laun mengikis keluhuran budaya Sunda, yang membentuk etos dan watak manusia Sunda.
Makna kata Sunda sangat luhur, yakni cahaya, cemerlang, putih, atau bersih. Makna kata Sunda itu tidak hanya ditampilkan dalam penampilan, tapi juga didalami dalam hati. Karena itu, orang Sunda yang 'nyunda' perlu memiliki hati yang luhur pula. Itulah yang perlu dipahami bila mencintai, sekaligus bangga terhadap budaya Sunda yang dimilikinya.
Setiap bangsa memiliki etos, kultur, dan budaya yang berbeda. Namun tidaklah heran jika ada bangsa yang berhasrat menanamkan etos budayanya kepada bangsa lain. Karena beranggapan, bahwa etos dan kultur budaya memiliki kelebihan. Kecenderungan ini terlihat pada etos dan kultur budaya bangsa kita, karena dalam beberapa dekade telah terimbas oleh budaya bangsa lain. Arus modernisasi menggempur budaya nasional yang menjadi jati diri bangsa. Budayanasional kini terlihat sangat kuno, bahkan ada generasi muda yang malu mempelajarinya. Kemampuan menguasai kesenian tradisional dianggap tak bermanfaat. Rasa bangsa kian terkikis, karena budaya bangsa lain lebih terlihat menyilaukan. Kondisi memprihatinkan ini juga terjadi pada budaya Sunda, sehingga orang Sunda kehilangan jati dirinya. 
Untuk menghadapi keterpurukan kebudayaan Sunda, ada baiknya kita melangkah ke belakang dulu. Mempelajari, dan mengumpulkan pasir mutiara yang berserakan selama ini. Banyak petuah bijak dan khazanah ucapan nenek moyang jadi berkarat, akibat tidak pernah tersentuh pemiliknya. Hal ini disebabkan keengganan untuk mempelajari dengan seksama, bahkan mereka beranggapan ketinggalan zaman. Bila dipelajari, sebenarnya pancaran etika moral Sunda memiliki khazanah hikmah yang luar biasa. Hal itu terproyeksikan lewat tradisinya. Karena itu, marilah kita kenali kembali, dan menguak beberapa butir peninggalan nenek moyang Sunda yang hampir.
Etos atau watak dalam budaya Sunda
Ada beberapa etos atau watak dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju keutamaan hidup. Selain itu, etos dan watak Sunda juga dapat menjadi bekal keselamatan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Etos dan watak Sunda itu ada lima, yakni cageur, bageur, bener, singer, dan pinter yang sudah lahir sekitar jaman Salakanagara dan Tarumanagara. Ada bentuk lain ucapan sesepuh Sunda yang lahir pada abad tersebut. Lima kata itu diyakini mampu menghadapiketerpurukan akibat penjajahan pada zaman itu. Coba kita resapi pelita kehidupan lewat lima kata itu. Semua ini sebagai dasar utama urang Sunda yang hidupnya harus 'nyunda', termasuk para pemimpin bangsa.
Cara meresapinya dengan memahami artinya. Cageur, yakni harus sehat jasmani dan rohani, sehat berpikir, sehat berpendapat, sehat lahir dan batin, sehat moral, sehat berbuat dan bertindak, sehat berprasangka atau menjauhkan sifatsuudzonisme. Bageur yaitu baik hati, sayang kepada sesama, banyak memberi pendapat dan kaidah moril terpuji ataupun materi, tidak pelit, tidak emosional, baik hati, penolong dan ikhlas menjalankan serta mengamalkan, bukan hanya dibaca atau diucapkan saja.

-            www.wikiedia.com
-            www.google.com
 
Budaya Adat dan Perilaku Ketimuran

Manusia yang telah diciptakan oleh Allah SWT yang memiliki akal pikiran dan juga instink setiap saat dapat mengembangkan peradaban dalam kehidupannya. Kompromi peradaban yang permanen itulah yang disebut budidaya (budaya). Dari Hasil budaya yang demikian beragam, ada dalam bentuk adab pergaulan sehari-hari, ada dalam bentuk adaptasi.  Dari beragam kebudayaan yang ada di muka bumi ini, sebagian kalangan menilainya atas 2 bagian kebudayaan yaitu Kebudayaan Barat dan Kebudayaan Ketimuran.

 Lebih spesifik bahwa Kebudayaan Barat yang menjadi tuntunan kehidupan manusia yang memikirkan pemuasan material belaka, sehingga dijuluki sebagai Kebudayaan Materialisme. Sedangkan Budaya asal Ketimuran yang dilandasi ajaran agama, misalnya Ajaran Islam yang pada umumnya menyeimbangkan antara pemenuhan material dan pemuasan spiritual.

Perilaku Budaya Ketimuran lebih mengutamakan Adab Sopan Santun dalam mengejar kepentingan harta dunia. Artinya dalam urusan yang berhubungan dengan materi selalu menjadikan ajaran agama sebagai filternya. Tidak  menghalalkan segala cara, Dan ini pula yang semestinya bisa menjadi Pola Perilaku kehidupan barmasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.

Dalam perilaku berdemokrasi, Adab Sopan Santun menjadi warna perilaku Negarawan Sejati di dunia ketimuran. Hanya saja dalam perkembangannya dari jaman ke jaman mengalami pergeseran. Ini terjadi akibat pengaruh kebudayaan barat begitu kuat. Dan bangsa-bangsa di dunia timur termasuk negeri kita digerogoti penyakit kurang percaya diri. Tentu saja kondisi ini berujung dengan munculnya berbagai permasalahan sosial yang berkepanjangan.

Permasalahan yang paling mendasar yang menimpa pada bangsa kita sekarang , antara lain : ada kesalahan fatal yang telanjur menimpa bangsa kita, yang mana telah berani meninggalkan nilai-nilai budaya bangsa sendiri. Misalnya Nilai-nilai Budaya Pancasila yang digali dari akar budaya nusantara, cenderung disepelekan. Tidak lagi dipandang sebagai falsafah yang memiliki semangat yang kuat untuk menjadi perekat persatuan bangsa. Sementara dalam pengembaraan mengejar dan meniru perilaku budaya barat tidak pernah kesampaian. Dan jelas tidak akan pernah kesampaian karena kondisi ekonomi masyarakat akar rumput kebanyakan di negeri ini masih berada di bawah garis kemiskinan.

Persoalan lain, kenapa bangsa kita jadi miskin. Ini adalah masalah besar yang perlu pemikiran cerdas! Dan masih sangat banyak lagi persoalan yang antri di belakangnya.

Negara-ku sampai kapan kah kau kan terus di gerogoti oleh penyakitmu, baik penyakit dalam (korupsi) terlebih penyakit luar (bencana)???  Pancasila dan UUD adalah perisai yang dibuat untuk membentuk dirimu, tapi kini terlupakan..


0 komentar:

Posting Komentar

Attention!!!

Terima kasih untuk tidak melakukan cofy/paste pada semua tulisan yang berada di blog ini tanpa seijin author, kecuali memasukan alamat sumber dari blog ini...